Sumber Gambar : autobild.co.id
Setelah secara resmi diluncurkan pada 23 November 2015 yang
lalu, generasi keenam dari Toyota
Kijang ini mendapatkan berbagai penyegaran.
Perubahan dilakukan mulai dari desain eksterior, interior
hingga pada komponen mesin sebagai jantung mekainisme kendaraan.
Untuk perubahan pada bagian epnampilannya cukup siginfiikan
jika dibandingkan dengan Innova yang sebelumnya.
Hal inilah yang membuat mobil kelas MPV yang berkapasitas 7
penumpang ini langsung menarik perhatian konsumen setia Toyota.
Hebatnya lagi, All New Kijang Innova bermesin diesel pun
kini mendominasi penjualan saat peluncuran perdanyana.
Iwan Abdurahman selaku General Repair Service Manager
Workshop Department Technical Service Division PT Toyota Astra Motor (TAM) mengatakan,
mesin Diesel pada all new Toyota Kijang Innova disarankan untuk disi solar
dengan cetane 48.
Meski begitu, penggunaan bio solar pada mesin All New Kijang
Innova ini masih bisa ditoleransi meski bisa berimbas pada performa mesik
kendaraan nantinya.
“Diisi solar (biasa) tidak masalah. Mesin tidak akan
terganggu,” katanya di Singaraja, Bali.
Selain itu ia juga mengatakan, bahwa penggunaan solar yang
tidak mengikuti atau tidak sesuai dengan rekomendasi yang telah diberikan
pabrik akan mengakibatkan mobil menjadi sulit untuk mencapai performa terbaik.
“Tenaga jadi tak maksimal. Artinya secara teknis mesin tidak
masalah, tapi performa tidak optimal,” imbuhnya.
Sebagai tambahan informasi, generasi keenam dari keluarga
Kijang ini menggunakan mesin diesel 2GD FTV, 2.393 cc, 4 silinder, in-line, 16
valve, DOHC yang dikawinkan dengan teknologi VNT (Variable Nozzle Turbo)
Intercoller yang mampu menghasilkan tenaga 147 Tk dengan torsi 34,9 kgm.
Mesin terbaru 2GD FTV ini pun digabungkan dikombinasikan dikawinkan
dengan transmisi manual lima percepatan dan juga transmisi 6 percepatan dengan
sport sequetial shiftmatic.
Sumber: http://www.mobilmo.com



